Sabtu, 07 Desember 2013

Mampukah Indonesia Meniru Sistem Pertanian dari Desa Paling Makmur di Jepang?

Indonesia mestinya bisa menjadi tanah pertanian yang baik apabila dikelola dengan lebih baik. Menggunakan knowhow Jepang, dikembangkan di Indonesia, menghasilkan sayur yang baik dan bisa menghidupi masyarakat pertanian dan sekelilingnya dengan baik. 



Demikian ungkap Yamanaka, kepala industri kantor Desa Kawakami (mura), khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (20/11/2013) sore. 

Desa ini adalah desa paling makmur di Jepang dengan penghasilan per kepala per tahun sekitar 25 juta yen, di atas rata-rata penghasilan desa lain yang ada di Jepang. Penghasilan 50 persen dari hasil perkebunan selada atau lettuce) dan 30 persen dari penjual hakusai (kol, Chinese cabbage) dan sisanya berbagai sayuran lain. Panen selada biasanya antara April sampai dengan September. 

Lalu Oktober sampai dengan awal November hanya kol. Selain dipasarkan di dalam negeri Jepang, kedua produk sayur utama desa ini juga di ekspor ke Taiwan dan HongKong. 

Ke Taiwan sekitar 17.000 boks atau sekitar 40 feet kargo dan ke Hongkong sekitar 1000 boks kol. Selada dari desa Kawakami yang ada di Minamisaku-gun, perfektur Nagano ini, memang punya aroma sangat enak dan dimakan seperti keripik, enak sekali di santap. Karena itu makanan mentah ini sering disantap begitu saja oleh orang Jepang, ditambah saus yang sesuai lidah masing-masing. Rasa segar luar biasa dan aroma yang sangat enak dan sedap. "Itulah yang perlu dibuat di Indonesia. Bukan hanya selada atau kol biasa, tetapi harus punya aroma yang baik dan segar.

Untuk itu tanahnya juga harus baik dengan kadar dan kualitas yang baik pula. Udara atau cuaca juga sangat mempengaruhi. Karena Jepang punya empat musim, ada musim dingin dan ada musim panas, ini juga mempengaruhi kualitas tanah berkebun sayur sehingga bisa menghasilkan sayuran yang enak. Karena itu perlu tempat yang sejuk pula di Indonesia kalau mau menghasilkan sayuran yang enak, tidak bisa terlalu panas, di samping kelembaban juga ikut mempengaruhi," paparnya lagi. 

Perhatian kedua yang mesti dilihat di Indonesia, tambahnya, apakah orang Indonesia suka sayuran mentah? 

Kalau hal ini tak masalah di Indionesia, makan selada mentah dan kol mentah, maka kemungkinan bisnis besar bisa dilakukan di Indonesia, tekannya lagi. Bagaimana kalau knowhow Jepang dibawa ke Indonesia, investasi ke Indonesia, tanya Tribunnews.com, "Memang pasar potensial yang bagus Indonesia. 

Kami memang sudah pikirkan tapi belum meneliti lebih lanjut untuk bisnis demikian di Indonesia. Saat ini yang kami lihat di Malaysia dan Vietnam juga sudah mereka lakukan penanaman sayur-mayur yang baik seperti selada dan kol tersebut. 

Terus terang hasilnya bagaimana kami belum tahu," ungkapnya lebih lanjut. Mengingat produksi dan panen dilakukan saat musim panas, maka pada musim dingin biasanya mereka tidak bisa bekerja karena desa ini di perfektur Nagano saat musim dingin salju sangat lebat sehingga menyulitkan perkebunan sayur. 

Desa tersebut juga membuat televisi kabel yang diberikan cuma-cuma kepada masyarakatnya supaya dapat bertukar informasi misalnya mengenai harga-harga sayuran di berbagai tempat di Jepang serta informasi lain seperti pertemuan-pertemuan, termasuk upaya menjodohkan para lelaki muda desa tersebut dengan para calon istri muda yang banyak datang dari kota besar. Jumlah penduduk hanya 4.759 orang dan usia 15-64 tahun sebanyak 64,3 persen. 

Jadi usia muda sangat dominan di desa ini tidak seperti di tempat lain yang usia tua justru sangat dominan di Jepang. 

Sumber: Tribun News

Jumat, 26 Juli 2013

Benih Benih Tumbuhan Buah

1. Durian. Banyak yang nggak tahu kalau buah berduri yang dijuluki King of Fruit ini berasal dari Indonesia. Yup, durian yang khas dengan wangi menyengat ini ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Kelezatan rasanya, membuat negara lain berlomba-lomba membudidayakannya. Sekarang, ada ratusan varian durian tersebar di seluruh dunia, termasuk di Thailand yang berhasil mengembangkan 300 varian durian. Wow! 

2. Manggis. Kalau durian adalah “raja buah”, maka pendampingnya adalah “ratu buah” yaitu manggis. Buah yang awalnya ditemukan di daerah Kalimantan dan Sunda ini rasanya asam-manis yang sangat segar. Konon, hal tersebut sampai membuat Ratu Victoria dari Inggris tergila-gila. Selain itu, buah keunguan ini juga mengandung banyak vitamin dan antioksidan yang bagus buat tubuh kita. 

3. Kedondong, buah dengan biji berduri ini berasal dari belahan timur Indonesia. Di dunia internasional, buah dengan kedahsyatan rasa masamnya disebut dengan nama Ambarella. Pada awal abad 20, kedondong diperkenalkan ke mancanegara, mulai dari Australia sampai Jamaica. Bahkan, kedondong sempat ditanam juga di Florida, tapi kelihatannya orang Amrik belum ngeh dengan buah rujak ini. 

4. Jambu air dihasilkan dari pepohonan tropis Indonesia. Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya yang berbentuk mirip bel punya variasi warna keputihan, merah dan hijau, tergantung pada jenisnya. Biasanya, jambu berwarna merah memilki rasa paling manis. Jambu air dikenal mancanegara dengan nama Java Apple. Di beberapa negara, jambu dibuat menjadi buah untuk salad. 

5. Belimbing atau Carambola asli berasal dari Maluku. Awalnya, buah ini menjadi favorit di Asia, lalu kemudian dikenal hingga Amerika, khususnya di Florida. Buah ini dijuluki Starfruit karena jika dibelah, bentuknya mirip seperti bintang. Orang barat menyebut rasa belimbing sebagai penggabungan pepaya, jeruk, dan anggur. 

6. Pisang adalah buah asli Indonesia, lho. Buah yang sekarang diolah jadi macam-macam dessert, seperti banana split, banana cake, atau banana pudding ini mulai dibawa ke Eropa pada abad 10. Sekarang Amerika Latin-lah yang jadi produsen terbesar, karena menguasai 65% produksi pisang dunia. Ckckck.... Ssttt, buah ini juga dipercaya oleh para selebriti, seperti Paris Hilton untuk menambah energi, lho. 

7. Rambutan, karena kulitnya seperti ditumbuhi rambut, maka buah asli Indonesia ini dikenal dengan nama rambutan. Pada tahun 1906, Indonesia pernah mengekspor biji rambutan ke Amerika Serikat. Tapi sayang, rambutan nggak bisa hidup di sana. Sekarang beberapa negara, seperti Thailand dan Malaysia terkenal sebagai pengekspor rambutan yang sudah dikemas dalam kaleng. 

8. Salak disebut dengan sebagai Snake Fruit karena kulitnya yang bersisik. Buah ini asli berasal dari Indonesia, bahkan salah satu variannya, salak condet, menjadi Identitas kota Jakarta. Ada aneka macam rasa salak, mulai dari yang manis, sepat, asam, atau gabungan keempatnya. Sayangnya, banyak yang mengira buah ini berasal dari Thailand atau Malaysia, bukan Indonesia. 

9. Duku yang berbentuk bulat kecil berwarna kekuningan ini merupakan salah satu buah asli kebanggaan Indonesia. Pohonnya pun dijadikan flora identitas provinsi Sumatra Selatan. Biasanya, duku dipanen setahun sekali. Di dalam negeri dan Asia duku banyak diminati, tapi sayang ekspornya belum menembus pasar Amerika dan Eropa.